Cara Buat Pagar yang Aman

model pagar minimalis

Apa tujuan Anda memasang pagar di rumah?

Terlepas dari berbagai jawaban yang mungkin muncul, pasti salah satunya adalah untuk melindungi rumah dari tindakan kejahatan/kriminal.

Bagaimana ya caranya untuk membuat pagar yang aman dari maling? Daripada bingung langsung saja cek poin-poin apa saja dalam membuat pagar yang ideal.

Poin-Poin Cara Buat Pagar Aman

1. Ketinggian

ketinggian pagar

Pagar yang tinggi dianggap efektif untuk mencegah maling masuk ke halaman rumah. Semakin tinggi pagar, maling akan berpikir berulang kali sebelum memanjat dan masuk ke rumah Anda.

Tapi apakah benar demikian?

Memang benar jika pagar yang tinggi bisa menghindarkan maling untuk masuk. Tapi, Anda juga perlu mempertimbangkan tentang keindahan serta biaya yang harus dikeluarkan. Semakin tinggi pagar, tentunya semakin besar biaya yang harus Anda keluarkan.

Lagipula, pagar yang terlalu tinggi juga tidak indah dipandang. Area rumah lebih menyerupai benteng daripada tempat tinggal. Tentunya Anda tidak mau seperti ini, bukan? Nah, disinilah pentingnya denah rumah agar rumah nantinya sesuai dengan yang diharapkan.

Tinggi pagar idealnya adalah 170 cm atau setinggi orang dewasa. Pagar yang lebih rendah memungkinkan orang tidak bertanggung jawab untuk melihat ke dalamnya sehingga muncul niat yang tidak baik.

2. Bahan

bahan pagar
bahan pagar

Untuk mencegah maling masuk ke area rumah, pilih pagar dengan bahan yang kuat. Pagar bisa dibuat dari berbagai bahan seperti batu bata, besi, ataupun kayu.

Pagar batu bata dianggap lebih kuat dan aman, apalagi jika Anda menambahkan benda-benda lancip di atasnya. Sayangnya, memasang tembok batu bata sebagai pagar bisa membuat kesan tidak baik. Anda bisa dinilai sebagai seorang yang tidak ingin bergaul dan antisosial.

Jika ingin melindungi rumah tapi tetap menyatu dengan lingkungan, solusinya adalah dengan mengkombinasikan batu bata dengan besi. Selain aman, kombinasi ini juga cukup indah untuk rumah Anda.

Bila Anda mencari material pagar apa saja yang bagus sekaligus desainnya, bisa cek di dekadeko.com.

3. Daya Pandang

Pagar yang tertutup rapat terkadang justru memudahkan maling untuk masuk ke dalam rumah. Hal ini dikarenakan orang sekitar tidak bisa memantau kejadian di dalam pagar. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya pasang pagar yang dengan visibilitas hingga ke dalam rumah.

Pagar jenis ini memudahkan tetangga Anda untuk melihat kondisi di dalam pagar sehingga maling akan berpikir ulang untuk memanjat dan masuk ke dalam rumah.

Pagar jenis ini cocok dipasang jika Anda tinggal di kompleks yang ramai.

Lain halnya jika Anda tinggal di area yang terpencil dan sepi. Untuk kondisi ini, pagar yang terbaik adalah pagar tinggi dan tertutup. Pagar tersebut melindungi rumah Anda sehingga tidak mudah dilihat dari luar dan tidak mudah pula dipanjat.

4. Desain

desain pagar
desain pagar

Desain pagar ternyata juga perlu diperhatikan, lho. Memilih desain horizontal untuk pagar justru membahayakan karena bisa memudahkan maling untuk memanjat pagar rumah Anda.

Jadi, lebih baik bila membangun pagar dengan desain vertikal, entah itu pagar minimalis, klasik, atau kayu.

Untuk keamanan ekstra, Anda bisa membuat pagar secara terpisah. Gunakan sistem pagar besar dan pagar kecil di mana pagar besar digunakan untuk lewat kendaraan sedangkan pagar kecil untuk akses penghuni. Dengan cara seperti ini, maling terpaksa bekerja ekstra jika ingin mencuri kendaraan Anda.

Biasanya maling enggan untuk mencuri di rumah dengan desain pagar seperti ini karena cenderung menyulitkan. Inilah solusi terbaik agar rumah Anda aman dari maling yang berkeliaran.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat dan dapat diimplementasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *