Kegunaan Tes Pap Smear Yang Sering Diabaikan Orang

manfaat tes pap smear

Belum banyak orang mengetahui dan paham betul mengenai kegunaan tes pap smear. Hal itu bisa jadi alasan mengapa wanita dewasa di Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah akan pentingnya deteksi dini kanker serviks. Padahal pemeriksaan tersebut sangat penting untuk mengetahui keberadaan sel kanker.
Manfaat Tes Pap Smear

Wanita dewasa yang sudah menikah atau aktif secara seksual sangat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear. Bahkan di Amerika Serikat tes semacam itu harus segera dilakukan oleh wanita dewasa mulai dari usia 21 tahun atau aktif berhubungan seksual. Mengingat penyakit kanker serviks bisa menular melalui hubungan seksual hingga keturunan.

Namun tidak semua orang menyadari akan perlunya tes pap smear seperti halnya masyarakat Indonesia. Pasalnya mereka tidak pernah merasa adanya gangguan atau sakit pada organ kewanitaan, sehingga enggan melakukan pemeriksaan. Kemudian ditambah pula minimnya pengetahuan mengenai kegunaan tes pap smear.

Sebenarnya tidak banyak kegunaan tes smear bagi kesehatan wanita, namun hal itu sangat penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Diantara kegunaan tes pap smear yang sering diabaikan orang adalah:

Untuk mendeteksi adanya sel-sel yang tidak normal

Sel-sel yang ada pada tubuh wanita, khususnya di bagian leher rahim belum tentu semuanya bisa dikatakan baik dan normal. Sebab, beberapa diantaranya ada yang sifatnya abnormal yang bisa menjadi akar dari penyakit kanker serviks. Untuk mengetahui keberadaan sel semacam itu hanya bisa dilakukan tes pap smear.

Dengan tes tersebut, tentunya Anda akan mengetahui sedang menderita kanker serviks atau tidak. Pada umumnya mereka yang menderita kanker serviks stadium awal masih belum merasakan sakit atau gejala-gejala khusus, sehingga perlu adanya deteksi dini kanker serviks. Mengingat jika sudah stadium 4 akan sangat sulit untuk diobati atau disembuhkan.

Mengetahui keberadaan virus papiloma

Keberadaan virus papiloma ini membahayakan kesehatan leher rahim, sebab bisa menyebabkan kanker serviks. Terlebih jika virus tersebut sangat aktif, sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih berbahaya. Untuk mengetahui adanya virus tersebut dalam tubuh Anda, sebaiknya lakukan tes pap smear.

Tes tersebut bisa Anda lakukan satu hingga tiga tahun sekali sesuai dengan kondisi Anda dan saran dari dokter yang ahli di bidangnya. Jika memang hasil tes awal adalah negatif, Anda tidak perlu melakukannya kembali dalam waktu dekat.

Upaya pencegahan terhadap kanker serviks

Melakukan tes pap smear sesegera mungkin akan membuat Anda lebih cepat mengetahui apakah mempunyai sel-sel kanker yang abnormal atau tidak pada serviks. Jika memang hasilnya positif Anda bisa melakukan upaya pencegahan dengan tetap menjaga kesehatan bagian kewanitaan dan pola hidup serta makan sehat.

Begitu pula jika memang hasilnya positif dan terdeteksi terdapat sel abnormal yang masih dalam stadium pertama bisa dilakukan pengobatan secara maksimal. Anda juga bisa melakukan pencegahan dalam bentuk lain yang efektif untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan kanker serviks.

Pap smear ini juga dipercaya sebagai tes pendeteksi kanker serviks yang akurat dan teliti. Tingkat keakuratan dan ketelitiannya bisa mencapai 90 atau lebih, namun tidak sampai 100 persen. Dengan demikian, hasil dari tes smear bisa dipercaya dan dibenarkan.

Sebagai catatan, bahwa tes ini tidak boleh dilakukan oleh wanita yang masih perawan. Selain itu, sebelum memutuskan melakukan tes pap smear sebaiknya lakukan konsultasi kepada dokter terkait. Hal itu mengingat ada syarat dan beberapa hal yang harus dilakukan sebelum tes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *