Akibat Telat Haid

Telat Haid, Pengertian, Faktor dan Akibatnya

Haid yang teratur setiap bulannya menunjukkan bahwa seorang perempuan dalam kondisi sehat. Khususnya pada bagian organ reproduksi. Namun, ada banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang telat haid. Sedangkan, ada akibat telat haid yang mungkin didapatkan. Oleh karena itu, fenomena telat haid harus menjadi perhatian tersendiri sehingga bisa segera diatasi.

Telat Haid, Pengertian, Faktor dan Akibatnya

Telat haid yang dialami oleh wanita memiliki cakupan yang cukup luas. Tidak hanya disebabkan oleh kondisi sel telur, namun juga berbagai faktor yang lain. Hal ini juga berakibat pada beberapa hal. Khususnya yang berkaitan dengan reproduksi dan kehamilan. Berikut ini adalah berbagai ulasan mengenai telat haid dan berbagai hal yang berhubungan dengannya.

1. Definisi Telat Haid

Pertama-tama, sangat penting untuk dibahas tentang pengertian dari telat haid itu sendiri. Telat haid atau keterlambatan pada siklus menstruasi merupakan sebuah keadaan dimana terdapat satu periode atau lebih dari menstruasi yang tidak muncul atau terlewatkan. Disebut telat haid apabila terlewatnya masa menstruasi tersebut setidaknya terjadi tiga kali. Dan hal ini disebut dengan istilah amenorea.

Telat haid disebabkan oleh beberapa hal. Di antara sebabnya adalah terjadinya kehamilan. Seseorang yang hamil umumnya tidak mengalami haid. Namun, ada juga sebab lainnya seperti masalah pada organ reproduksi atau kelenjar yang di fungsinya mengatur hormon dari sisi kadar dan sebagainya. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa fenomena telat haid antara satu orang dengan yang lain berbeda.

2. Gejala Telat Haid

Ada beberapa gejala atau indikasi yang menunjukkan bahwa sesorang mengalami telat haid. Namun, tanda yang paling terlihat adalah tidak munculnya menstruasi. Gejala utama tersebut biasanya akan diiringi dengan berbagai gejala yang lain. Contohnya adalah rambut yang rontok. Jika menstruasi yang kunjung datang disertai dengan kondisi yang rontok, besar kemungkinan Anda mengalami telat haid.

Selain itu, ada juga gejala lain dari telat haid yakni munculnya cairan layaknya susu dari puting payudara. Namun, tidak semua cairan layaknya susu yang keluar dari payudara adalah gejala dari telat haid, karena bisa jadi ini mengindikasikan penyakit tertentu. Kadangkala, gejala telat haid juga ditandai dengan rasa sakit kepala yang cukup terasa. Sehingga, hal ini perlu diwaspadai.

Tidak sebatas itu, masih ada lagi gejala lain yang mungkin Anda alami saat telat haid. Misalnya adanya perubahan pada penglihatan. Penglihatan yang awalya jelas menjadi agak kabur dan sebagainya. Selain itu, bisa juga ditandai dengan gejala rasa nyeri pada bagian pelvis atau munculnya jerawat. Bahkan, kelebihan jumlah rambut pada bagian wajah juga menjadi gejala dari telat haid.

3. Akibat Telat Haid

Ada beberapa akibat yang dihasilkan dari telat haid. Di antara akibatnya adalah sulitnya hamil. Hal ini disebabkan karena seseorang yang mengalami telat haid tingkat kesuburannya menjadi berkurang. Kesuburan berkurang karena tidak teraturnya proses ovulasi dalam rahim wanita. Bahkan, bisa juga tidak ada proses ovulasi sama sekali di organ reproduksi. Karena itu, menjadi sulit mendapatkan kehamilan.

Adapun akibat yang selanjutnya dari telat haid adalah terjadinya kanker rahim. Penting untuk digarisbawahi bahwa siklus menstruasi yang tidak teratur menjadi gejala awal dari penyakit kanker rahim. Oleh karena itu, jika haid Anda tiba-tiba tidak teratur, padahal sebelumnya teratur harus diwaspadai. Karena bisa jadi itu menjadi gajala dari kanker yang sangat berbahaya dan mematikan di rahim.

Akibat dari telat haid tersebut tidak bisa diremehkan. Sehingga, usahakan untuk tetap mengontrol siklus haid Anda dengan baik.

4. Sebab-Sebab Telat Haid

Telat haid sesungguhnya muncul lantaran beberapa sebab. Mulai dari sebab yang sifatnya alamiah hingga faktor fisik dan psikis masing-masing individu perempuan. Di antara sebab telat haid yang alamiah adalah karena hamil, menyusui dan monopouse. Secara umum, perempuan yang sedang mengalami fase-fase hamil dan sebagainya tersebut tidak akan mengalami haid. Dan ini merupakan kondisi yang aman.

Ada kalanya telat haid juga disebabkan oleh faktor lain seperti sikap stress. Stress ternyata sangat berpengaruh kepada hormon dan akhirnya mempengaruhi otak. Sehingga, itu akan menghambat proses menstruasi. Di samping stress, berat badan yang terlalu ringan juga menjadi salah satu sebab seseorang mengalami telat haid. Atau Anda yang mengalami obesitas juga bisa mengalami telat haid.

Selain beberapa sebab tersebut, ada juga penyebab umum lainnya yang meliputi penggunaan pik KB tertentu. Ada jenis pil KB khusus yang menyebabkan penggunanya tidak mengalami haid. Bahkan, karena beberapa jenis penyakit kronis juga bisa menjadikan seseorang mengalami telat haid. Ada juga sebab lain seperti gejala monopouse dini atau karena terjadinya masalah pada bagian kelanjar tiroid.

5. Faktor-Faktor Risiko Telat Haid

Ada beberapa faktor risiko telat haid yang mungkin akan dialami oleh seorang wanita. Ini tentu berbeda dengan sebab-sebab telat haid yang umum di atas. Di antara faktor risiko telat haid tersebut adalah dari riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga yang kebetulan kebiasaan telat haid, maka itu bisa menurun kepada anak cucunya.

Selain faktor keluarga, bisa juga disebabkan oleh faktor gangguan makanan. Seseorang yang mengalami gangguan makan seperti bulimia dan sebagainya memiliki risiko telat haid yang lebih tinggi. Akhirnya menstruasi menjadi tidak lancar dan terlambat. Untuk menghindari risiko ini, gangguan makanan tersebut harus dicari solusinya terlebih dahulu.

Tidak hanya itu, faktor risiko telat haid yang lain ada kalanya karena seseorang menjalani pelatihan atletis. Adanya pelatihan yang cukup berat, bisa menyebabkan seseorang mengalami risiko haid yang terlambat. Namun, seiring dengan berjalannya waktu ketika atlit sudah tidak lagi melakukan latihan berat, maka risiko telat haidnya akan hilang dengan sendirinya.

6. Pengobatan untuk Telat Haid

Anda yang kebetulan mengalami telat haid tidak perlu khawatir dan risau karena ada langkah pengobatan tersendiri yang dapat dilakukan. Namun, pengobatan yang dimaksud cukup bervariasi. Beberapa orang bisa melakukan terapi hormon sehingga siklusnya menjadi lancar. Sedangkan untuk telat haid karena gangguan pada tiroid bisa diatasi dengan melakukan pengobatan tertentu.

Sementara pengobatan telat haid yang disebabkan karena adanya riwayat tumor di dalam rahim, maka hal itu bisa diatasi dengan cara operasi. Hal ini juga berlaku untuk yang mengalami penyumbatan struktural. Bahkan, untuk yang menderita penyakit kanker sekalipun.

Selain itu, telat haid juga ada kalanya bisa diatasi dengan cara mandiri di rumah. Misalnya melakukan perubahan kepada gaya hidup sehingga menjadi lebih sehat. Atau dengan cara mengurangi olahraga yang terlalu berat atau kebanyakan. Dan usahakan untuk mengurangi stress sebisa mungkin agar haid kembali menjadi lancar seperti semula.

Akibat telat haid bisa berdampak besar kepada reproduksi dan kesehatan. Sekalipun tidak terlalu dikhawatirkan, namun telat haid tersebut juga harus diatasi dengan baik. Dengan begitu, Anda akan semakin lancar dan menjalani proses reproduksi yang normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *